Showing posts with label Other Music. Show all posts
Showing posts with label Other Music. Show all posts

Wednesday, January 20, 2010

Paramore "Brand New Eyes" Review dan Download

Oleh : Noppy (untuk : KapanLagi.com)

Setelah menggebrak dengan album RIOT! pada tahun 2007 dan diganjar dengan nominasi Best New Artist Grammy Awards bersanding bersama Taylor Swift dan Amy Winehouse, kali ini grup emo pop punk Paramore kembali hadir dengan BRAND NEW EYES. Dengan ini, bisa jadi band asal Tennessee ini membuktikan jika mereka bukan hanya sekedar band-emo-bervokalis-cewek-cantik-yang-mencoba-menggebrak-dunia-musik-remaja.

Lewat ALL WE KNOW IS FALLING, Paramore yang digawangi oleh Hayley Williams, Josh Farro, Jeremy Davis, Zac Farro, dan Taylor York ini memang masih dipandang sebelah mata. Namun melalui RIOT!, Paramore membuktikan diri bukan hanya sebagai new kids on the block yang bakal menghilang setelah sukses sebentar. Diikuti dengan BRAND NEW EYES, Paramore ingin membuka mata para penikmat musik untuk benar-benar 'melihat' musik mereka.

Tetap dengan musik yang penuh kemarahan, rasa sinis, namun tetap sensitif, BRAND NEW EYES seakan menjadi sebuah kumpulan emosi yang dikeluarkan melalui suara Hayley yang membuat bulu kuduk berdiri.

Single pertama mereka, Ignorance, mengingatkan kita pada Misery Business. Dan membuat kita berpikir, inilah yang membuat Misery Business menjadi single sukses, yang juga diikuti oleh Ignorance. Nada musik yang mengalir semakin lama semakin keras, dengan raungan gitar yang semakin mantap, dan lirik yang benar-benar tajam, membuat lagu ini memang pantas dianggap sebagai taji Paramore.

"Don't wanna hear your sad songs/ I don't wanna feel your pain/ When you swear it's all my fault/'Cause you know we're not the same (No!)/ We're not the same (No!)/ Oh we're not the same," teriak Paramore seakan menunjukkan siapa mereka sebenarnya.

Dalam Turn It Off, Paramore memprotes kenapa begitu sulit untuk mempercayai segala sesuatu sekarang ini. Sementara dalam Careful, mereka memperingatkan untuk membuka mata mereka "like I opened mine."

Dan dalam Brick by Boring Brick, rupanya filosofi Paramore masih belum berubah juga. Mereka masih memandang dunia seperti dalam For a Pessimist, I'm Pretty Optimistic. "If it's not real, you can't hold it in your hands/ You can't feel it with your heart/ And I won't believe it."

The Only Exception menunjukkan romantisme yang berpadu dengan rasa sinis dengan alunan gitar akustik dan suara Hayley yang menyayat. Di sini dia mencoba segala yang dia bisa untuk mempercayai kekasihnya dan menghilangkan ketidakpercayaannya akan cinta karena perceraian kedua orang tua mereka. "You are the only exception/ And I'm on my way to believing."

Secara keseluruhan, jelas siapa yang paling terlihat menonjol di sini. Sosok Hayley, vokalis dan satu-satunya perempuan dalam band yang dibentuk tahun 2004 ini benar-benar kelihatan lebih baik sepuluh kali lipat setiap album baru Paramore keluar, dan kali ini pun juga sama. Mungkin para cowok di band memang perlu lebih banyak latihan untuk bisa mengikuti perkembangan pesat Hayley agar Paramore tak menjadi a-one-woman-band. Dan yang pasti, BRAND NEW EYES benar-benar sebuah album yang patut untuk disimak. (kpl/npy)

Berikut ini Track List dari album BRAND NEW EYES tersebut:
Tracks:

TitleComposerTime
1CarefulFarro, Williams3:50
2IgnoranceFarro, Williams3:38
3Playing GodWilliams, York, Farro3:02
4Brick by Boring BrickFarro, Williams4:13
5Turn It OffWilliams, Farro4:19
6Only ExceptionFarro, Williams4:27
7Feeling SorryWilliams, York, Farro3:05
8Looking UpWilliams, Farro3:29
9Where the Lines OverlapFarro, Williams3:18
10Misguided GhostsFarro, Williams, York3:01
11All I WantedWilliams, York3:45

Klik disini untuk mengunduh (download) BRAND NEW EYES full album gratis.
read more "Paramore "Brand New Eyes" Review dan Download"

Tuesday, January 19, 2010

Boys Like Girls Live In Concert Jakarta

Bagi penggemar musik bergenre emo-pop, jangan sampai terlewatkan konser Boys Like Girls pada Senin 25 Januari 2010 pukul 8 malam di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Dengan empat personilnya, Martin Johnson (vocal, guitarist), Bryan Donahue (bassist), John Keefe (drummer) dan Paul DiGiovani (guitarist), BOYS LIKE GIRLS memilih emo-pop sebagai genre musik mereka. Grup band asal Amerika ini telah menghasilkan dua buah album, yaitu Boys Like Gilrs yang dirilis pada tahun 2006 dan Love Drunk di tahun 2009. Lagu BOYS LIKE GIRLS yang berjudul Love Drunk menjadi hits di beberapa radio dan juga MTV. Love Drunk mampu membuat para penggemarnya semakin menunggu kedatangan empat cowok ini.

JAVA Musikindo juga telah merencanakan penjualan tiket presale untuk konser BOYS LIKE GIRLS ini. Presale tiket akan dimulai pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2009 sampai hari Jum’at tanggal 6 November 2009 dengan harga Tribune : Rp.245.000,- dan Festival Rp.295.000,- . Sedangkan untuk harga normal, JAVA Musikindo mematok harga Tribune Rp.300.000,- dan Festival Rp.350.000,-

HARGA TIKET :

Presale
(28 Oktober – 13 November 2009 untuk 1000 tiket pertama):
Tribune Rp. 245.000

Harga normal:
Tribune Rp. 300.000
Festival Rp. 350.000

Presale tickets are available at
JAVA Musikindo, Gedung Plaza Mutiara, Lantai 2 Suite 201,
Jl. Lingkar Mega Kuningan Kav. E1-2, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Hotline: (021) 579 88 623 – 5
read more "Boys Like Girls Live In Concert Jakarta"

Friday, January 15, 2010

Muse Menangkan Best Art Vinyl 2010 Award


Muse menangkan Best Art Vinyl 2010, penghargaan untuk desain album terbaru mereka, The Resistance.

Desain album ini dirancang oleh La Boca, terpilih sebagai album terbaik penutup tahun lalu (2009) oleh publik, menyisihkan Manic Street Preachers, Fever Ray, dan Massive Attack.

Lihat Artvinyl.com untuk informasi lebih lanjut.

Berikut urutan sepuluh teratas nominator desain album terbaik pada Best Art Vinyl 2010:

1. Muse - 'The Resistance'
2. Manic Street Preachers – 'Journal For Plague Lovers'
3. Fever Ray – 'Fever Ray'
4. Massive Attack – 'Splitting The Atom'
5. Green Day – '21st Century Breakdown'
6. Pet Shop Boys – 'Yes'
7. White Lies – 'To Lose My Life'
8. Editors – 'In This Light And On This Evening'
9. La Roux – 'La Roux'
10. Depeche Mode – 'Sounds Of The Universe'
read more "Muse Menangkan Best Art Vinyl 2010 Award"

Where is Maissy Today?


Masih ingat dengan lagu tersebut? Yupzz, lagu itu pernah ngetrend di tahun 1998. Lagu disebut dipopulerkan oleh artis cilik bernama Pramaisshela Arinda Daryono Putri atau akrab disapa Maissy. Dara kelahiran 23 Maret 1990 ini menyatakan dirinya masih sibuk menjalankan kuliah. Ia akan kembali ke dunia akting ketika ia sudah menyelesaikan kuliahnya. Sekilas balik tentang dirinya, Maissy adalah bagian dari roda industri musik dan hiburan anak sejak akhir tahun 90-an.

Dara yang memiliki rambut indah ini juga adalah satu dari sejumlah artis cilik yang berjuang untuk bertahan di tengah iklim persaingan industri hiburan yang begitu ketat. Maissy juga telah memiliki 11 album kaset. Hampir setiap tahun ia menetaskan album baru, alumni dari siswa kelas 6 SD Strada Wiyatasana Jakarta ini terbilang paling produktif dalam menciptakan album lagu anak terkini. Rating ini juga mengalahkan jumlah artis cilik lainnya, seperti Sherina dengan empat album, dari Andai Aku Besar Nanti hingga I Have A Dream. Joshua punya sekitar lima album, dari Cit Cit Cuit hingga Lonjak-Lonjak.

Namun, peluncuran 11 itu belumlah cukup. Dunia layar lebar dan televisi pun dirambah oleh anak dari Merry Herawati ini untuk mengukuhkan diri. Sherina, misalnya, melesat dengan film Petualangan Sherina yang laris bak kacang goreng. Tasya, penyanyi cilik yang berusia 9 tahun, sibuk beraksi di serial Tasya. Sementara, Joshua sudah malang melintang di sejumlah sinetron seperti Anak Ajaib dan film layar lebar joshua oh joshua.

Maissy pun ikut eksis memasuki gelanggang layar kaca dengan sinetron Melati Putih.
Artis cilik ini cukup familiar sebagai presenter acara Ci Luk Baaa di SCTV mengikuti Album-album dan sinetronnya.



Kesuksesannya tak lepas dari campur tangan ibundanya sendiri, yaitu Merry Herawati, yang bertindak sebagai produser album Maissy sebelumnya di bawah bendera PT Pramaissindo Permata Citra. Berkat sang ibunda pula, nama Maissy pun diabadikan sebagai nama restoran atau kafe di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

Dulu, ibundanya menyebutkan tak pernah memaksakan kehendak untuk kemajuan karir sang putri bungsunya. ‘’Saya tidak pernah memaksa Maissy. Saya tetap menanyakan kepadanya apakah sanggup atau nggak? Hal ini untuk mengukur apakah putri saya mampu atau tidak dengan profesi yang diembannya. Hasilnya, dia berhasil menyabet hati penggemarnya dengan lagu dan film-film terbaiknya,’’ ungkap Bunda Maisy pada masa itu.

Untuk mendukung kesuksesan sinetron, Bunda Maisy pernah mempersiapkan album soundtrack sinetron tersebut. Album bernama Melati Putih. Album itu berisi sembilan tembang yang hadir mengisi kisah Melati Putih di layar kaca. Putri pasangan Darjono Soetiarno dan Merry ini dikenal sebagai artis cilik yang sangat produktif. Albumnya pun dikenal laris manis di pasaran. Album Ci Luk Baaa!, misalnya, laku hingga 500 ribu keping lebih.

Hal itu tak terlepas dari sangat ketatnya ibundanya sekali mempersiapkan sinetron dan album baru Maissy. Bukan hanya dalam hal penciptaan lagu, dalam memilih dengan siapa Maissy akan beradu akting pun istri Darjono ini turun tangan.

Maissy juga pernah populer dengan Sinetron Melati Putih menceritakan tentang tokoh Melati yang diperankan Maissy, seorang gadis kecil berumur 11 tahun. Gadis berambut panjang itu tergolong cerdas dan energik meski cenderung keras kepala. Dalam kehidupan sehari-hari yang sederhana, Melati sangat dekat dengan sang nenek (dimainkan oleh Ade Irawan). Itu karena hanya sang nenek yang sangat mengerti gadis cilik itu.

Kini, Gadis kecil itu sudah hilang dari dunia hiburan. Akankah Maissy akan kembali merambah dunia entertaint remaja? yang akan menyusul kesuksesan rekan-rekannya seperti dhea ananda, sherina, eno lerian dan mantan artis cilik lainya. Dengan tegas ia menyatakan bahwa ia ingin menyelesaikan kuliah dulu. Karena pendidikan itu lebih penting, begitu dengan ungkapnya mantap.(Shahidz-WMD/nto)
read more "Where is Maissy Today?"

Monday, January 11, 2010

Gara-gara Tatto Joel Tak Boleh Naik Pesawat

Kapanlagi.com - Tato memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan tak lagi dikonotasikan dengan hal yang negatif. Tapi Joel Madden, vokalis Good Charlotte, yang punya banyak tato justru malah terlibat masalah gara-gara gambar di tubuhnya ini. Joel tak boleh naik pesawat sampai ia menutupi semua tatonya dengan baju lengan panjang.


Joel saat itu sedang dalam perjalanan dari Chicago menuju London untuk acara pembuatan video klip. Namun sesampainya di pesawat, petugas British Airways, meminta Joel menutupi tatonya dengan mengenakan kemeja lengan panjang. Petugas itu bersikukuh Joel tak boleh naik ke pesawat sampai seluruh tato di tangannya tertutup baju. Karena tak mau terlibat masalah, Joel terpaksa menurut.
Joel lantas menulis peristiwa ini dalam Twitter miliknya karena ia menganggap perlakuan itu sudah di luar batas dan ia merasa telah dipermalukan di depan umum. "Saya benar-benar tak percaya petugas British Airways melakukan diskriminasi hanya gara-gara tato saya," ujar Joel seperti diberitakan ContactMusic, Senin (27/04/09). (cnm/roc)
read more "Gara-gara Tatto Joel Tak Boleh Naik Pesawat"

Monday, December 21, 2009

DVS


Band ini terbentuk pada pertengahan tahun 2005 dari sekelompok anak-anak brengsek, bodoh, culun, bau, tara mandi tapi punya kreativitas tinggi, hheu.. Dan terbentuklah sebuah band dengan nama SEISHIN 89. Saat itu band ini tidak terpaku pada satu jenis aliran musik, berbagai macam aliran musik mereka tuangkan dalam distorsi dan emosi serta permainan musik mereka. Berikut anggota band pada formasi awal band :

- Cep Dimas Mega Sabandi Munir (Mega) : Lead vocal, guitar
- Radityo Dwi Hadi Putra (Tyo) : Backing vocal , lead guitar
- Tirta Wibawa Martiansyah (Itot) : Bass
- Harry Suwoto (Harry) : Drum

Hahaha.. Mereka satu sekolah (SMA). Menginjak tahun 2007 akhirnya SEISHIN 89 dapat dikatakan bubar (pecah belah lah mereun), karena sang drummer berinisiatif untuk membagi band mereka dengan band lain dan juga adanya suatu tuntutan masa depan untuk melanjutkan pendidikan di perkuliahan. Itot, Tyo, Mega kuliah di kota yang sama, Bandung. Mereka pikir musik tidak dapat dipisahkan dari diri masing-masing personil, karena musik bersifat universal dan tidak memandang umur ataupun keadaan yang sangat tidak memungkinkan sekali pun. Akhirnya mereka bertiga bernisiatif untuk mendirikan band baru. So, terbentuklah DVS (Double Versus). Mereka menuangkan irama yang berbeda dalam band ini dan sepakat untuk memainkan musik dengan Genre MELODICK PUNK . DVS ARE :

- Cep Dimas Mega Sabandi Munir (Mega) : Lead vocal, guitar
- Radityo Dwi Hadi Putra (Tyo) : Backing vocal , bass
- Tirta Wibawa Martiansyah (Itot) : Drum

DVS influenced by :

NOFX, No USe For A Name, Blink-182, Box Car Racer, Story Of The Year, New Found Glory, MXPX, Not Available, ALLESANA, RANCID, Midle Finger, Closehead, Rocket Rocker, Alone at Last, Secondhand Serenade, Begundal Lowokwaru, Arabian Peanuts, Simple Plan, Good Charlote, ALL TIME LOW, For Years Strong. And many more. (Green Day teu diasupkeun si Itot mah)

DVS - All Of You
read more "DVS"