JAKARTA – Pusat Pengelolaan Komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno (PPKGBK) mulai konsentrasi menghadapi SEA Games (SEAG) 2011. Mereka berencana akan secepatnya melakukan revitalisasi beberapa venues di area Senayan setelah Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah multievent dua tahunan tersebut.
Direktur Utama PPKGBK Bambang Prajitno mengatakan, pihaknya telah memikirkan dengan matang mengenai revitalisasi venues tersebut. Dia mencatat terdapat enam tempat yang akan dilakukan perbaikan secepatnya.
“Kami akan melakukan revitalisasi venues seperti Stadion GBK, Istora GBK, futsal, tenis lapangan, tenis meja, dan anggar. Tapi, kami belum mengetahui jika ke depannya akan ada tambahan perbaikan di venues lainnya,” ungkap Bambang kepada wartawan, Senin (11/1/2010).
Menurutnya, PPKGBK hanya mendapatkan laporan enam cabang olahraga (cabor) seperti sepak bola, bulu tangkis, futsal, tenis lapangan, tenis meja, dan anggar yang akan diselenggarakan di Jakarta. Sementara cabor sisanya akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan. Kemudian di Bandung, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah.
Karena itu, revitalisasi akan diprioritaskan kepada enam venues tersebut. Dia berharap perbaikan akan sesuai standar internasional. “Secara keseluruhan, usia venues di Komplek Gelora Bung Karno sudah lanjut. Apalagi, bangunannya merupakan peninggalan Asian Games 1962,” paparnya.
Pihaknya pun berencana akan melakukan beberapa perbaikan di sektor penunjang lainnya, bahkan tak menutup kemungkinan akan membangun sarana dan prasarana olahraga lebih modern.
PPKBGK akan mewujudkan program itu setelah melihat olahraga bukan hanya dari segi prestasi saja, tapi juga merupakan olahraga rekreasi kepada keluarga yang ingin menimbulkan kecintaan olahraga kepada anaknya sejak dini.
Landasan itu yang membuat pihaknya akan segera mewujudkannya. “Tempat olahraga prestasi pastinya tak akan berubah, tapi kami juga harus mulai memikirkan tempat untuk mereka yang ingin berolahraga rekreasi,” cetusnya.
Bambang juga ingin pandangan masyarakat Indonesia berubah, terutama terkait kawasan GBK yang dinilai mereka beralih fungsi kepada kepentingan bisnis. Apalagi, jika melihat banyaknya bangunan mall di area seluas 279,1 hektare.
“Sejak pihaknya ditunjuk menjadi Badan Layanan Umum Agustus 2008, maka kawasan GBK menjadi area olahraga dan komersil. Tapi, kami pastinya akan mementingkan olahraga sesuai konsep awal kawasan ini dibangun,” tandasnya.
(Edi Yulianto/Koran SI/hmr)
Tuesday, January 12, 2010
GBK Mulai Konsentrasi SEAG 2011
Monday, January 11, 2010
10 Pemain Yang Tak Pantas Memakai No. 10
Blog Catalog
John Carew justru tak mendapat tempat di Aston Villa. Striker Norwegia yang dikenal jago bola-boa udara ini meredup oleh sinar terang Ashley Young, Gabriel Agbonlahor bahkan striker veteran Emile Heskey.
9. Hugo Viana

Pada Piala Dunia 2006 lalu, secara mengejutkan Hugo Viana mengenakan kostum No 10 di timnas Portugal. Padahal Seleccao saat itu dihuni pemain papan atas macam Lusi Figo, Cristiano Ronaldo dan Deco. Pada event empat tahunan itu, Viana bermain dua kali sebagai pemain pengganti. Gelandang Valencia yang kini dipinjamkan ke Braga ini juga gagal mengeksekusi penalti saat Portugal mengalahkan Inggris di perempatfinal.
8. Oliver Neuville

Pada Euro 2008 lalu, Jerman memberikan kostum No 10 kepada seorang Oliver Neuville. Yang menjadi masalah, saat itu usia Neuville telah mencapai 35 tahun. Padahal dalam sepakbola modern usia dan stamina sangat berperan vital. Hasilnya bisa ditebak Neuville hanya jadi penghias skuad Der Panzer. Tentu masih ada Michael Ballack atau Miroslav Kloseyang lebih pantas.
7. Jose Antonio Reyes

Pada Piala Dunia 2006 lalu, Spanyol memberikan No 10 pada sosok Antonio Reyes. Melihat posisi Reyes sebagai winger tentu keputusan ini bisa dibilang janggal. Padahal La Furia Roja punya pemain besar macam Xavi, Cesc Fabregas, Raul Gonzalez, David Villa dan Fernando Torres.
6. Ruud Van Nistelrooy
Untuk urusan mencetak gol Ruud Van Nistelrooy memang diakui. Namun saat membela timnas Belanda, Rudtje memilih No 10. Hasilnya Rudtje tak mampu mengangkat performa De Oranye. Clarence Seedorf, Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart bahkan Arjen Robben dianggap lebih pantas.
5. Lassana Diarra

Diarra seorang gelandang bertahan yang hebat, bahkan mungkin yang terbaik di dunia. Tapi mengenakan kostum No 10 tentu sangat janggal buat seorang pemain perusak macam Lass. Real Madrid punya kandidat yang lebih pantas seperti Kaka, Raul, Guti dan Cristiano Ronaldo.
4. Nicola Berti

Timnas Italia pada 1990 memberikan No 10 buat Nicola Berti. Tapi Italia akhirnya terjungkal dari Italia di babak semifinal. Seharusnya angka keramat ini dikenakan pemain kunci Azzurri macamRoberto Baggio, Giuseppe Giannini atau Roberto Donadoni. Bukan gelandang yang tak begitu disenangi fans Italia ini.
3. Sidney Govou

Euro 2008 lalu menjadi mimpi buruk buat timnas Prancis. Ditinggalkannya David Trezeguet dan Sebastian Frey membuat Les Bleus harus angkat koper sejak awal. Prancis hanya mengoleksi satu poin di penyisihan grup. Itu mungkin karena No 10 dikenakan seorang Govou.
2. Andriy Voronin

Sejak membela Liverpool pada 2007, striker Ukraina ini hanya mengoleksi enam gol dari 30 laga. Rafael Benitez seperti perlu mempertimbangkan memberikan No 10 ini buat Dirk Kuyt atau Fernando Torres.
1. William Gallas

